Rabu, 04 Juli 2018

 Cerita Lucu Baru Beli HP
Suatu ketika Bagong beli HP untuk pertama kalinya karena dorongan dari pacar tercintanya. Setelah beli Hp Bagong langsung registrasi.
Bagong: “Beb, bagaimana cara regristasinya? Dari tadi gue kok gak bisa-bisa ya? Padahal udah gue tekan pager berkali-kali sampe jempol gue sakit nih.”
Cewek: “Hah? Bukan pager rumah kali yang loe tekan.”
Bagong: “Lho, katanya penjual tadi suruh tekan pager.”
Cewek: “Tombol pager yang ada di Hp maksudnya.”
Bagong: “Oh gitu ya. Terus kata penjualnya tadi sama tekan bintang, yang mana?
Cewek: “Hah, masa katanya gitu?”
Bagong: “Iya.”
Cewek: “Itu penjual pasti goblok banget, masa ada bintang di HP, ayo kita kembalikan HP nya.”
Bagong: “Hmm.”
#ojefta12
 Cerita Lucu Pengantin Baru Menahan Gejolak
Sepasang pengantin baru mengalami gangguan kesehatan. Setelah diperiksa dengan teliti, dokter menyimpulkan hal itu disebabkan frekuensi hubungan seks yang terlalu tinggi buat mereka.
Dokter: “Sebaiknya untuk sementara kalian batasi dulu kegiatan seks kalian, tiga kali saja seminggu, untuk memudahkan mengingat, saya sarankan untuk melakukan hubungan intim hanya pada hari yang berawalan dengan S, yaitu Senin, Selasa dan Sabtu.”
Tapi yang namanya pengantin baru, sang suami rupanya tidak kuat juga menahan gejolak nafsunya. Sehingga pada suatu malam si suami mendekati istrinya yang sudah tidur. Kemudian ia mencumbu istrinya sampai terbangun.
Istri: “Iiih Mas gimana sih, kan udah dibilangin sama dokter, Mas inget ngga ini hari apa?”
Suami: (Dengan singkat) “Iya tahu ini Hari Sum’at.”
#ojefta12

Cerita Lucu Pengantin Baru Malam Pertama
Ini Menceritakan tentang pengantin baru yang berduaan di kamar. Pada tengah malam pertama itu, tiba-tiba
Istri: (Mengerang) “Aduh, sakitnya bang! Bagaimana nih kisah malam pertama bang.?”
Suami: (Menenangkan) “Jangan nangis Sayang, nanti emak ayah dengar mereka mungkin belum tidur lagi tu.”
Kebetulan kamar mertua hanya bersebelahan kamar tidur pengantin.
Isteri: (Teresak esak mengerang) “Sakitnya Bang.”
Tapi kerana tidak dapat menahan sakit, isterinya tambah kuat mengerang.
suami: (Kuat sedikit suaranya) “Sabar Sayang! Tahan saja, besok baru cabut.”
Sejak dari tadi si mertua lelaki masih belum tidur. Dia memang terdengar anak perempuannya mengerang, tapi dia tidak peduli, biasalah malam pengantin fikirnya. Tapi kali ini dia sudah hilang sabar, karena anak perempuanya terus menerus mengerang kesakitan. Dia bangun, pergi ke kamar pengantin
Mertua: (Menendang pintu kamar pengantin dan berteriak) “Ada apa ini? Tak faham aku? Anak aku bisa mati kalau besok baru kau cabut! CABUT SEKARANG JUGA!”
(Terkejut besarlah kedua pengantin itu).
Pengantin Perempuan: (Sambil tersipu-sipu) “Abah, sakit gigi takan mati, lagipun mana ada klinik Gigi yang buka 24 jam?”
#ojefta12
Cerita Lucu Pengantin Baru dan Penjahat
Pada suatu hari seorang pembunuh yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup melarikan diri. Ia lalu bersembunyi di rumah sepasangan pengantin baru. Tanpa pikir panjang ia segera mengikat si pengantin pria ke kursi dan si pengantin wanita ke tempat tidur. Sang pengantin pria tak mampu berbuat banyak ketika si napi itu menjambak istrinya dan menciumnya. Ia baru bisa mendekati istrinya ketika si napi itu keluar dari ruangan.
Suami: “sayang, aku melihatnya menciummu, mungkin ia berbuat seperti itu karena sudah lama tidak melihat wanita. Aku minta padamu, lakukan apa saja yang ia minta, bahkan jika ia memintamu melayaninya. Jangan buat ia marah ingatlah bahwa hidup kita tergantung pada hal ini.” (Sambil menatap kasihan pada istrinya).
Istri: (Menatapnya) “Ia tidak menciumku, ia hanya berbisik padaku bahwa menurutnya engkau tampan dan seksi, ia juga bertanya apakah kita punya vaselin di kamar mandi.”
#ojefta12

Kamis, 05 April 2018

#DEARYOU

Dear Sahabatku,

Halo kamu sahabatku, apa kabar kamu hari ini?
Di sini aku memikirkanmu, aku ingin menuliskan surat ini untukmu sahabatku.

Sejak pertama kita bertemu, aku tidak ingat persisnya bagaimana kita bisa bersama tetapi aku bersyukur sekali memilikimu dalam hidupmu.

Berjalan bersama, mengukir cerita-cerita persahabatan indah yang lengkap dari cerita kesal,sedih, marah, bahagia, bangga, dan rindu.

Kamu sahabatku yang selalu ada saat aku membutuhkan kasih sayang dan benuk perhatian tulus.

 Aku beruntung karena kamu selalu ada untukku bahkan untuk mendengarkan cerita-cerita yang mungkin hanya membuatmu lelah.

 Tetapi perhatianmu mengalahkan segala rasa sedih yang ada.
Mungkin kamu dikirim oleh Tuhan untuk melengkapi kisah hidupku.

Aku tidak pernah menyangka bahwa perjalanan kita jauh hingga sekarang.

Meskipun sekarang kita tidak lagi melewatkan hari-hari bersama lagi, tetapi aku akan dengan senang hati menghubungimu untuk bertanya, "Apa kabarmu hari ini?"

Bagaimana dengan kisah persahabatan kita di masa depan? Kita tidak pernah tahu, tetapi kita selalu berangan-angan untuk memberi kabar.

Aku percaya bahwa ketulusanku menyayangimu sebagai sahabat akan selalu sampai direlung hatimu.
Kita akan bertemu kembali untuk bercerita kisah-kisah seru di masa kita menimba ilmu bersama.
Aku akan dengan senang hati menunggu kabar dari sahabat sepertimu.

Terimakasih untuk menjadi sahabatku, sekarang dan untuk selamanya.
        Aku sayang padamu.
     

  

       "My life is not complete without you"


#ojefta12


#SALAMSOLIDARITAS

PSI, Anak Muda, dan Keragaman

Oleh: Anwar Saragih*
Diam adalah sikap terburuk menyaksikan korupsi yang semakin lama semakin merajalela. Apatis terhadap politik tentu bukan pilihan bagus mengingat partai politik merupakan satu-satunya rahim yang melahirkan DPR dan presiden. Dua lembaga vital pembuat undang-undang, penganggaran, pengawasan hingga pelaksana eksekusi kebijakan. Apalagi pasrah menerima keadaan membuat kebijakan semakin semena-mena, tanpa arah dan mengarah ke diktator.
Mengingat kenangan masa lalu yang masih sangat mengancam di masa pemerintahan Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto yang awalnya egaliter namun tak kuasa menggerakan militer untuk mempertahankan kekuasaannya. Pilihan terbaik tentu adalah masuk ke partai politik sembari memperhatikan visi-misi, ideologi, program kerja hingga komitmen partai tersebut dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
Pada Selasa, 24 Mei 2016, lalu Kementerian Hukum dan HAM resmi membuka pendaftaran partai politik berbadan hukum calon peserta Pemilihan Umum 2019. Di hari tersebut ada 6 partai politik yang mendaftar: Partai Rakyat, Partai Pribumi, Partai Idaman, Partai Solidaritas Indonesia, Partai Beringin Karya, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Keenam partai tentu punya program dan visi misi masing-masing yang membedakan dengan partai politik yang lain. Baik yang baru sama-sama mendaftar maupun yang sudah lama menjadi partai peserta pemilu. Proses pendaftaran sampai verifikasi sendiri berlangsung selama dua bulan, berakhir pada 24 Juli 2016 mendatang.
Partai Anak Muda
Ada yang menarik dari nama terakhir yang mendaftar kemarin, yaitu Partai Solidaritas Indonesia. Sekilas nama PSI mengingatkan kita pada Partai Sosialis Indonesia, partai peserta Pemilu 1955 yang didirikan oleh pahlawan nasional Sutan Syahrir. Namun, ternyata PSI yang baru mendaftar di Kementerian Hukum kemarin tak ada hubungannya sama sekali dengan Partai Sosialis Indonesia yang tumbuh di masa lalu tersebut.
PSI yang baru mendaftarkan diri tersebut murni partai politik yang baru, program partai baru, visi-misi yang baru dengan kepengurusan yang juga benar-benar baru.
Sebagai sebuah partai politik, PSI menawarkan kebaruan dalam politik Indonesia dengan kepengurusan yang umurnya di bawah 45 tahun dan belum pernah menjadi anggota partai politik mana pun sebelumnya. Artinya, PSI menginginkan anak-anak muda yang benar-benar baru di dalam dunia politik.
Di samping itu, PSI juga menggunakan istilah-istilah anak muda dalam setiap kegiatannya seperti “Kopi Darat Nasional” yang merujuk pada istilah Musyawarah Nasional yang kerap digunakan partai politik lain, seperti  PDI Perjuangan, Golkar, dan partai politik lainnya.
Ada juga istilah “PSI Kepoin Pilkada” merujuk pada sikap PSI dalam mengawasi Pemilihan Kepala Daerah Serentak yang dilangsungkan pada 9 Desember 2015 lalu. Ini menunjukan partai ini adalah partai anak muda.
Kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat PSI sendiri terdiri dari 9 orang pengurus dan keseluruhan pengurusnya hampir tidak familiar dalam aktivitas politik nasional. Sebut saja, misalnya, Grace Natalie (Ketua Umum), Raja Juli Antoni (Sekretaris Jenderal), Suci Mayang Sari (Bendahara Umum), Isyana Bagoes Oka (Ketua DPP), dan Nova Rini (Ketua DPP).
Keragaman
Sejak era reformasi 1998 konstitusi kita telah memberikan ruang kebebasan mendirikan partai politik secara terbuka kepada seluruh rakyat Indonesia. Hal ini merupakan antitesis kebijakan pemerintah dalam pemilihan umum di masa Orde Baru yang hanya diikuti tiga partai politik: Golkar, PPP, dan PDI.
Berbagai produk Undang-Undang Partai Politik juga telah disahkan oleh Presiden melalui Dewan Perwakilan Rakyat untuk membuka ruang tersebut. Seperti UU Nomor 2 Tahun 1999, UU Nomor 31 Tahun 2002, UU Nomor 2 Tahun 2008, dan UU Nomor 2 Tahun 2011.
Dalam undang-undang yang disahkan terakhir (UU Nomor 2 Tahun 2011) syarat mendirikan partai politik di Indonesia tidaklah mudah. Sebab, di samping harus terdaftar secara akta Notaris, sebuah partai politik harus juga terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dan Limnas, Kementerian Hukum dan HAM, dan Komisi Pemilihan Umum.
Partai politik juga harus memenuhi syarat 100% kepengurusan di provinsi, 75% kepengurusan di kabupaten/kota dan 50%  kepengurusan di kecamatan di seluruh wilayah Indonesia.
Kepengurusan yang lengkap di seluruh wilayah Indonesia hanyalah segelintir tantangan partai politik dan tentu belum cukup untuk bertarung dengan partai politik lain. Partai politik harus punya identitas dalam menghadapi pemilu. Kita tahu pemilih di Indonesia kini semakin cerdas dan semakin rasional.
Identitas merupakan hal yang sangat penting dalam memperkenalkan sebuah partai politik ke masyarakat. Visi-misi, ideologi, dan program partai yang pro-rakyat menjadi sebuah keharusan di era reformasi ini demi memenangkan hati masyarakat.
Partai Solidaritas Indonesia yang didirikan pada 15 November 2015 lalu menawarkan trilogi perjuangan PSI: Menebar Kebajikan, Merawat Keragaman, dan Mengukuhkan Solidaritas. Hal yang menjadi identitas PSI adalah menjaga keragaman. “Tidak dapat dipungkiri, permasalahan yang paling utama bangsa ini, di samping krisis ekonomi dan korupsi, adalah krisis keragaman.” (Kutipan Pidato Ketua Umum PSI Grace Natalie, Kopdarnas, Jakarta, 16 November 2015).
Artinya, keragaman menjadi isu yang sangat penting di tengah Indonesia yang kini telah memasuki usia 71 tahun. Dalam tahun-tahun belakangan ini kita menyaksikan Indonesia semakin lama semakin krisis akan keberagaman. Mesjid dibakar, gereja dihancurkan, juga berbagai rumah ibadah dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Di samping itu, isu-isu rasial juga marak kita saksikan di tengah keragaman Indonesia.
Politik Sudah Menua
Para Founding Father bangsa ini seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Tan Malaka, Sjahrir, Mohammad Natsir, dan tokoh-tokoh lainnya praktis mulai masuk ke politik saat umur mereka masih berumur di bawah kisaran 40 tahun. Soekarno mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) saat berusia 26 tahun; Sjahrir mendirikan Partai Sosialis Indonesia (PSI) saat umunya masih 36 tahun.
Tan Malaka mendirikan Partai Rakyat Indonesia (PARI) di umur 31 tahun. Juga Mohammad Natsir mendirikan Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia atau Masyumi ketika masih 37 tahun. Artinya, awalnya identitas dan perjuangan politik di Indonesia, baik untuk memperjuangkan Indonesia merdeka juga pada saat berbangsa dan bernegara, didirikan oleh orang-orang muda yang sadar akan perjuangan untuk kesejahteraaan rakyat Indonesia.
Kini, pasca era reformasi praktis orang-orang memimpin partai politik di Indonesia adalah orang-orang yang umurnya sudah di atas 50 tahun. Sebut saja Megawati Soekarno Putri (PDI Perjuangan) berusia 71 tahun, Setya Novanto (Golkar) berumur 61 tahun, Susilo Bambang Yudhoyono (Partai Demokrat) menginjak 66 tahun, Surya Paloh (Nasional Demokrat) menjelang 64 tahun, dan Prabowo Subianto (Gerindra) yang juga sudah menginjak 64 tahun.
Hal ini tentu sangat kontras dengan politik di masa lalu yang didominasi orang-orang muda yang punya jiwa progresif membangun bangsa Indonesia. Argumen inilah yang menjadi pertimbangan utama berdirinya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di kancah politik Indonesia yang baru mendaftar dan mencoba bertarung di Pemilu 2019 nanti.
Anak muda yang benar-benar baru diberi kesempatan untuk berpolitik dan berpartisipasi di tengah politik yang semakin lama semakin menua. Harapan ke depan, masuknya anak-anak muda dalam kancah politik di Indonesia ini tentu tidak hanya sebagai penggembira saja, tapi untuk memastikan politik didistribusikan ke semua elemen masyarakat.
Tidak hanya untuk orang-orang “tua” saja, tapi juga untuk segenap seluruh tumpah darah Indonesia. Demi terwujudnya Indonesia sejahtera sebagaimana cita-cita luhur bangsa Indonesia.

Kamis, 01 Juni 2017

FAKTA...

       (PERBEDAAN SD, SMP, SMA)

SD : rok/ celana merah
SMP : rok/ celana biru
SMA : rok/ celana abu

SD : Masuk jam 7, jam stengah 6 udah ready to go
SMP : Masuk jam 7, jam stengah 7 udah stay di kelas
SMA : Masuk jam 7, jam 7 baru berangkat dari rumah

SD : dapet PR, saking rajinnya dikerjain saat itu juga
SMP : dapet PR, dikerjain malemnya
SMA : dapet PR, besoknya dateng pagi bgt buat nyontek garapan temen rame2. 1 LKS untuk semua

SD : main lompat tali, bekel, krempyengan, tak umpet
SMP : main friendster&fesbuk
SMA : main hati

SD : Pulang dijemput ortu
SMP : pulang naik angkot
SMA : pulang nebeng sana sini

SD : belom kenal yang namanya cinta
SMP : mulai kenal yang namanya cinta
SMA : pada jadi penjelajah cinta

SD : pake kaos dalem
SMP : pake miniset
SMA : ya tau sendiri lah pake apa (beha)

SD : liat anak smp itu keren
SMP : liat anak sma itu keren
SMA : liat anak kuliahan itu keren

SD : gurunya dibikin ketawa
SMP : gurunya jadi temen curhat
SMA : gurunya digodain

SD : pengen cepet jadi anak SMP
SMP : pengen cepet jadi anak SMA
SMA : pengen cepet nikah.... ga ding pengen cepet jadi anak kuliahan

SD : ga dapet nilai 100 sedih, mewek 
SMP : dapet nilai 74 sedih, mewek - harus ikut remidi
SMA : dapet berapa aja pasrah, kalo bagus alhamdulillah kalo jelek yaude ikutan remidi.

SD : malem, ngerjain PR sambil refresh pelajaran dan belajar materi pelajaran selanjutnya
SMP : malem ngerjain PR - tidur
SMA : boro-boro mau refresh pelajaran.. pulang sekolah materi langsung ilang diterpa angin

SD : mikirin belajar-main-belajar-main
SMP : mikirin belajar-main-cinta-belajar
SMA : mikirin main-cinta-main-cinta

  #Ojefta12

SADAR DONG!!!

Sadar gak sih?
Sekarang tuh cewe-cewe di Instagram kayanya cakep-cakep banget? Iya, DI FOTO!
Aslinya ya BIASA aja kok. Kadang kadang.

Belum lagi kalo liat di kolom search isinya Cewe-cewe seksi semua, anak SMA yang roknya ngepress abis, sampe sengaja disobek-sobek entah apa faedahnya.

Akun dedek-dedek gemes yang isinya foto-foto begini tuh udah deh followersnya bisa melejit langsung 10k, 20k, 30k ber k k k lah pokoknya.

Dan kayanya saya harus nulis sesuatu buat Dedek-dedek pengajian atau yang baik, yang mungkin udah mulai berfikir,
"Ihh, enak yah jadi Mba itu? Banyak yang love, banyak yang koment, banyak yang nge-Dm, banyak yang ngendorse, banyak yg ngajak jalan, ngajak pacaran sampe ngajak bobo-boboan (-__-") hufht.

Baca pelan-pelan yah Dek!
Analogi simplenya MENGAPA mereka begitu digandrungi.

Kamu pernah liat Nangka yang udah kebuka kan?
Kalo kamu biarin beberapa menit aja, tuh Nangka gak lama bakal dikerubungin lalat, iya gak?
Pertanyaannya : "Lalat itu ngapain disitu?"
Yaps, DIA HINGGAP! Ngambil manisnya, udah kenyang, ya terus pergi lagi.

Gak ada kok lalat yang dateng ke sebuah nangka yang kebuka, nyari jodoh terus menikah disana, berumah tangga, beranak pinak, menetap, hidup bahagia, gak ada kan?

Ya SAMA DEK!
Cowo-cowo yang love, komen, nge-DM sama cewe-cewe macam begitu, ya mereka gak ada bedanya kok sama Lalat. HINGGAP DOANG! Menggunakan mata nafsu untuk kepuasan sesaatnya.

Lah kamu? Ebusettt~
Yakali ah Mutiara iri sama Nangka! Gak banget lah.
Sadar kan kamu mutiara?
Tertutup rapat, terjaga, gak sembarang orang yang bisa dapetin kamu!

Yah, walaupun kamu kalo posting sesuatu yang ngasih Love 4-5 orang doang, gak jauh-jauh dari adek kamu, kakak kamu, sama temen-temen kamu yang kamu bajak Hp-nya buat Love di Foto kamu. HAHA~ Ya Biasa aja lah, cuma IG ini kan?

Karna saya yakin banget, yang kamu butuhin bukan 1000 Love dan Komen di setiap upload-an kamu, TAPI 1 orang Pria tulus, faham agama, yang rela ngasih Love-nya Langsung ke kamu, mengajak kamu menyempurnakan setengah Agamanya. BOOM!

Buat apa Banyak tapi MODUS?
Mending Satu tapi TULUS. Anjaassss~

Kamu Mutiara..?
Apa Nangka..?
Paling tidak, berusahalah jadi Mutiara ya... :)
Ditunggu ya, kamu jadi pribadi yang lebih baik

Untuk kamu yang tersinggung...
Postan ini hanya berniat untuk mengingatkan.
See? 
Yang merasa ini baik, semoga dapat diambil pelajaran dan manfaatnya. Kalau tidak, tidak perlu komentar negatif (silahkan diskip)
Semoga anda semua menjadi generasi bangsa yang sukses... Amenn!!! 

   #ojefta12

Senin, 29 Mei 2017

pancasila

Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskertapañca berarti lima dan Å›Ä«la berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.
Meskipun terjadi perubahan kandungan dan urutan lima sila Pancasila yang berlangsung dalam beberapa tahap selama masa perumusan Pancasila pada tahun 1945, tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.

Sejarah perumusan dan lahirnya Pancasila


Perisai Pancasila menampilkan lima lambang Pancasila.
Pada bulan April 1945 dibentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang diketuai oleh Dr. Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T.) Radjiman Wedyodiningrat. Dalam pidato pembukaannya dr. Radjiman antara lain mengajukan pertanyaan kepada anggota-anggota Sidang, "Apa dasar Negara Indonesia yang akan kita bentuk ini?"[1]
Dalam upaya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang resmi, terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yaitu:
  • Lima Dasar oleh Muhammad Yamin, yang berpidato pada tanggal 29 Mei 1945Yamin merumuskan lima dasar sebagai berikut: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Dia menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan itu berakar pada sejarah, peradaban, agama, dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang di IndonesiaMohammad Hatta dalam memoarnya meragukan pidato Yamin tersebut.[2]
  • Panca Sila oleh Soekarno yang dikemukakan pada tanggal 1 Juni 1945 dalam pidato spontannya yang kemudian dikenal dengan judul "Lahirnya Pancasila". Sukarno mengemukakan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan Indonesia; Internasionalisme atau Peri-Kemanusiaan; Mufakat atau Demokrasi, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan; Kesejahteraan Sosial; Ketuhanan. Nama Pancasila itu diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni itu, katanya:
Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa - namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas atau dasar, dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.
Sebelum sidang pertama itu berakhir, dibentuk suatu Panitia Kecil untuk:
  • Merumuskan kembali Pancasila sebagai dasar Negara berdasarkan pidato yang diucapkan Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945.
  • Menjadikan dokumen itu sebagai teks untuk memproklamasikan Indonesia Merdeka.
Dari Panitia Kecil itu dipilih 9 orang yang dikenal dengan Panitia Sembilan, untuk menyelenggarakan tugas itu. Rencana mereka itu disetujui pada tanggal 22 Juni1945 yang kmeudian diberi nama Piagam Jakarta.
Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi beberapa dokumen penetapannya ialah:
Presiden Joko Widodo pada tanggal 1 Juni 2016 telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila sekaligus menetapkannya sebagai hari libur nasional yang berlaku mulai tahun 2017.[3].

Hari Kesaktian Pancasila

Pada tanggal 30 September 1965, terjadi insiden yang dinamakan Gerakan 30 September (G30S). Insiden ini sendiri masih menjadi perdebatan di tengah lingkungan akademisi mengenai siapa penggiatnya dan apa motif di belakangnya. Akan tetapi otoritas militer dan kelompok keagamaan terbesar saat itu menyebarkan kabar bahwa insiden tersebut merupakan usaha PKI mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis, untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia, dan membenarkan peristiwa Pembantaian di Indonesia 1965–1966.
Pada hari itu, enam Jenderal dan 1 Kapten serta berberapa orang lainnya dibunuh oleh oknum-oknum yang digambarkan pemerintah sebagai upaya kudeta. Gejolak yang timbul akibat G30S sendiri pada akhirnya berhasil diredam oleh otoritas militer Indonesia. Pemerintah Orde Baru kemudian menetapkan 30 September sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September G30S dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Butir-butir pengamalan Pancasila

Berdasarkan Ketetapan MPR No.II/MPR/1978

Ketuhanan Yang Maha Esa
  1. Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  2. Hormat menghormati dan bekerja sama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
  3. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
  4. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.
Kemanusiaan yang adil dan beradab
  1. Mengakui persamaan derajat persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.
  2. Saling mencintai sesama manusia.
  3. Mengembangkan sikap tenggang rasa.
  4. Tidak semena-mena terhadap orang lain.
  5. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
  6. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  7. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  8. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.
Persatuan Indonesia
  1. Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
  2. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
  3. Cinta Tanah Air dan Bangsa.
  4. Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia.
  5. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan
  1. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
  2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
  3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.
  5. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.
  6. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  7. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
  1. Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong.
  2. Bersikap adil.
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  4. Menghormati hak-hak orang lain.
  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain.
  6. Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.
  7. Tidak bersifat boros.
  8. Tidak bergaya hidup mewah.
  9. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.
  10. Suka bekerja keras.
  11. Menghargai hasil karya orang lain.
  12. Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Berdasarkan ketetapan MPR no. I/MPR/2003

Sila pertama

Bintang
  1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
  6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
  7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.
Sila kedua

Rantai
  1. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
  3. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
  4. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
  5. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
  6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  7. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  8. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  9. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
  10. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.
Sila ketiga

Pohon Beringin
  1. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
  3. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
  4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
  6. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
  7. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
Sila keempat

Kepala Banteng
  1. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
  2. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
  3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
  5. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  6. Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  7. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  8. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  9. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
  10. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.
Sila kelima

Padi dan Kapas
  1. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  2. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  4. Menghormati hak orang lain.
  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
  6. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
  7. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
  8. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
  9. Suka bekerja keras.
  1. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
  1. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.  






 @wikipedia
#ojefta12